SEKOLAH PENULIS
Coba pikirkan pernyataan berikut ini, ”Dalam momen tertentu kehidupan kita, kemampuan mengungkapkan gagasan menjadi tulisan yang bisa dimengerti oleh orang lain, boleh jadi akan menentukan sejarah hidup kita selanjutnya.” Apakah pernyataan semacam itu bisa dianggap benar? Dan apakah setiap orang pernah mengalami suatu momentum di mana karya tulisnya memberikan dampak begitu besar?
Saya tidak tahu jawabnya. Namun, belakangan ini seorang perempuan muda bernama Eni Kusuma tengah mengalami apa yang saya sebut sebagai ”transformasi citra diri” lewat karyanya yang bertajuk ANDA LUAR BIASA!!! (Fivestar, 2007). Saya juga sempat menyaksikan bagaimana sebuah tumpukan naskah yang semula telah dianggap tak bernilai, kemudian mengubah pilihan-pilihan hidup seorang Edy Zaqeus, lewat buku kontroversinya KALAU MAU KAYA NGAPAIN SEKOLAH! (Gradien, 2004), yang mengalami cetak ulang belasan kali dan memberinya cukup modal untuk memulai sebuah penerbitan independen.
Saya pribadi memang mengalami banyak peristiwa yang bertalian dengan karya tulis. Lewat tulisan saya menumbuhkan citra diri sebagai orang yang berhasil ketika masih berusia remaja. Karya tulis ketika mahasiswa memberi saya nama dan nafkah, yang bahkan kemudian membawa saya ke dunia bisnis. Sulit sekali membayangkan kehidupan saya saat ini jika saya tidak belajar mengungkapkan gagasan melalui tulisan sejak usia belia dulu. Dalam banyak momen kehidupan saya, menulis tidak saja menjadi semacam terapi penghilang stres, tetapi juga memberikan nafkah lahiriah, memberikan nama baik, mendatangkan rasa hormat dan kagum, memperteguh tali silahturahmi, mendatangkan sejumlah sahabat baru, dan entah apalagi.
Bagi mereka yang sempat belajar di perguruan tinggi, sebagian besar tentu pernah menulis skripsi sebagai salah satu syarat kelulusan. Pada momen itu, kemampuan menulis menentukan arah hidup. Sementara dalam dunia bisnis sehari-hari, sebuah sandek (sms), sebuah memo, sebuah surel (email), sebuah proposal atau sebuah makalah, ada kalanya akan menentukan masa depan dan karier seseorang. Dengan kata lain, kutipan pernyataan di awal tulisan ini, sekurang-kurangnya mengandung kebenaran dan dialami sejumlah orang.
Sejak tahun 2006 silam, saya pribadi mendapat kehormatan untuk memberikan pelatihan WRITING SKILLS di lingkungan Bank BCA. Pelatihan ini dimaksudkan untuk menolong pegawai yang akan naik jenjang karier dalam menyusun makalah berisi usulan perbaikan mengenai proses bisnis tertentu di departemennya. Makalah yang disusun menentukan sekitar 30 persen dari syarat kelulusan untuk naik ke jenjang karier
Ketika artikel pendek ini disusun, saya sendiri masih dalam tahap negosiasi untuk memberikan pelatihan WRITING SKILLS untuk kawan-kawan yang berkarier di Bank Mandiri. Dari informasi kawan yang menghubungi saya, pelatihan ini juga baru mulai dimasukkan ke dalam agenda pelatihan reguler karena dianggap penting.
Dalam berbagai kesempatan lain, saya juga berulang kali mendengar cetusan keinginan kawan-kawan di posisi manajer dan eksekutif perusahaan terkemuka di negeri ini, yang menaruh minat untuk bisa ”belajar menulis”. Mereka merasakan kebutuhannya, tetapi tidak memperoleh kesempatan untuk mengalami pelatihan WRITING SKILLS yang bernuansa bisnis, bukan pelatihan jurnalistik untuk calon-calon wartawan/wati. Apakah mereka melihat ada momentum dimana karya tulis mereka akan menentukan arah hidup berikutnya? Saya tidak tahu.
Yang jelas, pengamatan sekilas dan pengalaman pribadi tersebut di atas telah mendorong saya untuk mengajak sejumlah kawan mendirikan SEKOLAH PENULIS PEMBELAJAR. Sebuah sekolah tanpa dinding yang memfokuskan diri untuk mengajarkan WRITING SKILLS dalam berbagai macam konteks. Dan sebagai langkah awal kita mencoba untuk membantu kawan-kawan manajer dan eksekutif yang menaruh minat, tetapi selama ini tidak mendapatkan layanan yang tepat untuk meningkatkan keterampilannya dalam soal tulis menulis.
SEKOLAH PENULIS PEMBELAJAR (selanjutnya disingkat SPP), seperti mudah ditebak, merupakan kumpulan orang-orang yang selama ini terlibat dalam jaringan www.pembelajar.com yang saya mulai 14 Februari 2001 silam. Dengan pengalaman yang relatif menyentuh hampir semua aspek dalam industri berbasiskan karya tulis, SPP sebenarnya siap mendampingi siapa saja yang serius ingin belajar menulis. Perpaduan antara penulis-penulis buku laris, pelatih-pelatih jurnalistik yang berpengalaman, dan jaringan penyunting, ghost writer, sampai penerbit yang independen maupun yang sudah beken, membuat layanan SPP tampil unik dan holistik. Dan karenanya saya sungguh berharap komunitas ini akan eksis dan tumbuh menjadi komunitas penulis yang menunjukkan watak khasnya sebagai pembelajar sejati di sekolah kehidupan Indonesia.
Mari belajar menulis, belajar mengarang. Mari belajar mengekspresikan gagasan-gagasan yang cemerlang agar membuka peluang untuk karier yang lebih baik, membuka kesempatan untuk tampil secara berbeda, mempersiapkan warisan yang melampaui usia, membuka pintu-pintu kemungkinan dalam berbagai konteks kehidupan yang mengagumkan ini. Mari
SEKOLAH PENULIS

Sosial Media
Paling Sering Dibaca
-
KHUTBAH BAHASA BUGIS KAUM MUSLIMIM DAN MUSLIMAT JAMA’AH IED RAHIMAKUMMULLAH Semoga keselamatan, Rahmat ALLAH dan berkahnya senantiasa ter...
-
ESSO RI MUNRI السلام عليكم ورحمة الله وبركاته Al-hamdulillah, pammase nenniya apangiringeng temmappettuna Puang maraja akamase lao...
-
Sining Umma seleng engkae hadir..!!! Mancaji siddi pattaro pole ri Paung raja sewwae Allah Azzawajallah makkutopa Nabikkeng Muhammad saw,...
-
3 Ahlak yang Paling Mulia di Sisi Allah swt Dalam kehidupan di dunia ini manusia itu tidaklah dinilai dengan bentuk dan rupanya begitu ...
-
“TUGAS POKOK MANUSIA DIMUKA BUMI” De’natu nallinrung riseseta makkeda iyaro idi rupa tauwe degaga nassabari napancajiki puang allahu ta...
-
KHUTBAH IDUL AD’HA Loni wettue molai laleng mappura onronna,tenri sedding assisullengenna essoe nennia wennie,labessiha ritu siuleng,duampu...
-
Khutbah Bahasa Bugis Terbaru Idul Fitri "PUASA DAN PEMBENTUKAN KEMANUSIAAN" السلام عليكم ورحمة الله وبركاته الله أكبر 9× ألل...
-
STIK TEMPE Bahan-bahan : 1 papan tempe Masako ayam Ketumbar bubuk (skip boleh) 4 sdm tepung terigu Secukupnya tepung roti Minyak ...
-
Sejak kecil Jordan memiliki ketertarikan dalam bidang olah raga. Salah satu cabang olah raga kesukaannya adalah bola basket. Sa...
-
SHALAT LIMA WAKTU Alhamdulillah pada laoni mai simata patarakai tanra asukurukeng marajata lao risese arajengenna puang a...
Kategori
Formulir Kontak
Diberdayakan oleh Blogger.